The Problems of Expert Witness in Criminal Law

Rafiqa Qurrata A'yun

Full Text: PDF



DOI: http://dx.doi.org/10.15742/ilrev.v4n3.115

Abstract


The expert testimony is a potential problem in the future due to the impact of the advancement of science and technology. These progressions have an impact on the quality of the crime methods, thus it must be balanced with improving the quality and method of evidence evaluation that requires knowledge and expertise. This paper examines the place of expert witness to be considered as one of the evidence in criminal case investigation and criminal court. I argue that expert qualifications should be determined based on formal education, professional experiences, and the relevance of his expertise with the case. The Criminal Procedure Code (KUHAP) does not restrict the necessary knowledge, so that the expert testimony about criminal law can also become evidence. However, as one of the evidence that can punish or relieve someone, a testimony stated by an expert should be neutral and objective. This objectivity should be based on scientific arguments, not based on the interests of the party who summoned him/her. This study is descriptive analytic using normative juridical literature and empirical data. It also uses the primary data through guided in-depth interview to the judges, public prosecutors, lawyers, and criminal law experts.

Keywords


expert witness; criminal law; impartiality; conflicting opinion; ius curia novit

References


Apeldoorn, LJ van. Pengantar Ilmu Hukum. Cet. 25. Jakarta: Pradnya Paramita, 1993.

Atmasasmita, Romli. Bunga Rampai Hukum Acara Pidana. Bandung: Binacipta, 1983.

Badan Pembinaan Hukum Nasional. Analisis dan Evaluasi Hukum Tentang Wewenang Kepolisian dan Kejaksaan di Bidang Penyidikan. Jakarta: Badan Pembinaan Hukum Nasional, 2003.

Creswell, John W. Research Design, Quantitative and Qualitative Approaches. London: Sage Publication, 2003.

Fienberg, Stephen E. “Ethics and the Expert Witness: Statistic on Trial.” Journal of the Royal Statistical Society. Series A (Statistics in Society) Vol. 160 No. 2 (1997): 321-331.

Hamzah, Andi. Hukum Acara Pidana Indonesia. Cet. 1. Jakarta: Sinar Grafika, 2001.

Hansen, Mark. “Battle of the Expert.” American Bar Asssociation (ABA) Journal Vol. 91 (December 2005): 52.

Harahap, M Yahya. Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP; Pemeriksaan Sidang Pengadilan, Banding, Kasasi, dan Peninjauan Kembali. Cet.2. Jakarta: Sinar Grafika, 2001.

______ Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP; Penyidikan dan Penuntutan. Cet. 4. Jakarta: Sinar Grafika, 2002.

Herbst, Ludmilla. “Evolving Court Rules on Expert Evidence.” Canadian Property Valuation Vol. 54 (2010): 17.

Howard, MN. Ed. Phipson on Evidence. Fifteenth Edition. London: Sweet & Maxwell Limited, 2000.

Ihsan. “Peranan Kesaksian Ilmiah (Scientific Testimony) dalam Penyidikan Suatu Tindak Pidana.” Tesis, Magister Hukum Universitas Indonesia. Jakarta, 2006.

Kalman, David & David L Eaton. “Scientists in the Courtroom: Basic Pointers for the Expert Scientific Witness.” Environmental Health Perspectives Vol. 102 No. 8 (August, 1994): 668-672.

Kansil, CST. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia.Cet. 8. Jakarta: Balai Pustaka, 1989.

Koemolontang, BZ dan T Nasrullah, Hukum Acara Pidana. Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 1993.

Kousser, J Morgan. “Are Expert Witnesses Whores? Reflections on Objectivity in Scholarship and Expert Witnessing.” The Public Historian Vol. 6 No. 1 (Winter, 1984): 5-19.

Loftus, Elizabeth F. “Ten Years in the Life of an Expert Witness.” Law and Human Behavior Vol. 10, No. 3 (September 1986): 241-263.

Loqman, Loebby. Kekuasaan Kehakiman; Tinjauan dari Segi Hukum Acara Pidana.Jakarta: Datacom, 1990.

Loudoe, John Z. Fakta dan Norma dalam Hukum Acara. Cet. 1. Surabaya: Bina Aksara, 1984.

Machmudin, H Dudu Duswara. “Peranan Keyakinan Hakim dalam Memutus Suatu Perkara di Pengadilan.” Varia Peradilan Tahun ke-XXI No. 251 (October 2006): 51- 66.

Mamudji, Sri et al. Metode Penelitian dan Penulisan Hukum. Cet. 1. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2005.

Manan, Bagir. “Beberapa Catatan Tentang Penafsiran.” Varia Peradilan Tahun ke-XXIV No. 285 (Agustus 2009): 5-14.

Moeljatno. Asas-asas Hukum Pidana. Jakarta: PT. Bina Aksara, 1984.

Morawski, Lech. “Law, Fact and Legal Language.” Law and Philosophy Vol. 18 No. 5 (September 1999): 461-473.

Mudhoffir, Abdil Mughis. “Berebut Kebenaran: Governmentality Pada Kasus Lapindo.” Tesis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Depok, 2008.

Mulyadi, Lilik. Hukum Acara Pidana; Normatif, Teoritis, Praktik dan Permasalahannya. Cet. 1. Bandung: Alumni, 2007.

Munthe, Saut Erwin Hartono A. “Tinjauan Yuridis Terhadap Kekuatan Pembuktian Keterangan Saksi Melalui Teleconference Dalam Proses Persidangan Perkara Pidana.” Tesis, Magister Hukum Universitas Indonesia. Jakarta, 2004.

Neuman, W. Lawrence. Social Research Methods Quantitative and Qualitative Methods. Boston: Allyn and Bacon, 1997.

Nuryanto. “Penanganan Akibat Bencana Luapan Lumpur Panas PT Lapindo Brantas di Kecamatan Porong oleh Polres Sidoarjo.” Tesis Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia. Jakarta, 2007.

Pangaribuan, Luhut MP. Hukum Acara Pidana; Satu Kompilasi Ketentuan-Ketentuan KUHAP Serta Dilengkapi dengan Hukum Internasional yang Relevan. Cet. 1. Jakarta: Djambatan, 2000.

Poernomo, Bambang. Pola Dasar Teori-Asas Umum Hukum Acara Pidana dan Penegakan Hukum Pidana.Cet. 1. Yogyakarta: Liberty, 1993.

Prakoso, Djoko. Alat Bukti dan Kekuatan Pembuktian di Dalam Proses Pidana. Cet. 1. Yogyakarta: Liberty, 1988.

Prodjohamidjojo, Martiman. Kemerdekaan Hakim; Keputusan Bebas Murni (Arti dan Makna). Jakarta: Simplex, 1984.

______ Pembahasan Hukum Acara Pidana dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Pradnya Paramita, 1989.

______ Komentar Atas Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.Cet. 3. Jakarta: Pradnya Paramita, 1990.

Prodjodikoro, R Wirjono. Hukum Acara Pidana di Indonesia.Cet. 12. Bandung: Sumur Bandung, 1985.

Prodjohamidjojo, Martiman. “Sumpah atau Janji,” Varia Peradilan Tahun III No. 29 (Februari 1988): 176-178.

Rahardjo, Satjipto. Ilmu Hukum. Cet. 5. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2000.

______ Sisi-sisi Lain dari Hukum di Indonesia.Cet. 2. Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2006.

______ Biarkan Hukum Mengalir. Cet. 1. Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2007.

Ranoemihardja, R Atang. Hukum Acara Pidana. Bandung: Tarsito, 1980.

Reksodiputro, Mardjono. “Survai dan Riset untuk Sistem Peradilan Pidana yang Lebih Rasional.” Dalam Kriminologi dan Sistem Peradilan Pidana; Kumpulan Karangan Buku Kedua. Jakarta: Pusat Pelayanan Keadilan dan Pengabdian Hukum, 2007, hlm. 97-115.

Remmelink, Jan. Hukum Pidana; Komentar atas Pasal-pasal Terpenting dari Kitab Undang-Undang Pidana Belanda dan Padanannya dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia. Diterjemahkan oleh Tristan Pascal Moeliono. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2003.

Rostant, Derek. “Reviewing the Role of Expert Witnesses.” CA Magazine (March 2010): 10.

Ruse, Michael. “Commentary: The Academic as Expert Witness,” Science, Technology, & Human Values Vol. 11 No. 2 (Spring, 1986): 68-73

Samosir, C Djisman. Hukum Acara Pidana dalam Perbandingan. Cet. 2. Bandung: Binacipta, 1986.

Sargent, John E. “Understanding the Role of a Vocational Expert.” The Practical Litigator (November 2009): 41-48.

Seno Adji, Indriyanto. Hukum dan Kebebasan Pers. Cet. 1 Jakarta: Penerbit Diadit Media, 2008.

Seno Adji, Oemar. Hukum (Acara) Pidana dalam Prospeksi. Jakarta: Erlangga, 1981.

Siregar, Bismar. Hukum Acara Pidana. Cet. 1. Jakarta: Badan Pembinaan Hukum Nasional Departemen Kehakiman,1983.

Soekanto, Soerjono dan Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif; Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2007.

Soeparmono, R. Keterangan Ahli dan Visum et Repertum dalam Aspek Hukum Acara Pidana. Cet. 2. Semarang: Mandar Maju, 2002.

Soesilo, R. Hukum Acara Pidana (Prosedur Penyelesaian Perkara Pidana Menurut KUHAP bagi Penegak Hukum). Cet. 1. Bandung: Karya Nusantara, 1982.

Soetomo, A. Hukum Acara Pidana Indonesia dalam Praktek.Cet. 1. Jakarta: Pustaka Kartini, 1990.

Tanusubroto, S. Dasar-Dasar Hukum Acara Pidana. Cet. 2. Bandung: Armico. Cet. 2, 1989.

Taylor, Alan. Principles of Evidence. 2nd Ed. London: Cavendish Publishing Limited, 2000.

The Harvard Law Review Associaton. “Expert Legal Testimony,” Harvard Law Review Vol. 97 No. 3 (January 1984): 797-814.

______ “Reliable Evaluation of Expert Testimony.” Harvard Law Review Vol. 116 No. 7 (May, 2003): 2142-2163.

Trusov, Alexei. An Introduction to The Theory of Evidence. Moscow: Foreign Languages Publishing House Moscow, tanpa tahun.

Yudowidagdo Hendrastanto, et al. Kapita Selekta Hukum Acara Pidana di Indonesia. Cet. 1. Jakarta: Bina Aksara, 1987.

Van Rhee, CH. Ed. European Tradition in Civil Procedure. Oxford: Intersentia Antwerpen, 2005.

Dictionary

Black, Henry Campbell. Black’s Law Dictionary. Sixth Edition. St.Paul: West Publishing Co., 1990.

Curzon, LB. Dictionary of Law. Sixth Edition. Essex: Pearson Education Limited, 2002.

Garner, Bryan A. Ed. Black’s Law Dictionary. Eight Edition. St. Paul: West Publishing Co., 2004.

McKechnie, Jean L. Ed. Webster’s New Twentieth Century Dictionary Unabridged. Second Edition. New York: New World Dictionaries/Simon and Schuster, 1983.

Statsky, William. Legal Thesaurus/Dictionary. St. Paul: West Publishing Co., 1985.

Subekti R dan Tjitrosoedibio. Kamus Hukum. Cet. 10. Jakarta: Pradnya Paramita, 1989.

Sudarsono. Kamus Hukum. Cet. 2. Jakarta: Rineka Cipta, 1999.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Cet. 1. Jakarta: Balai Pustaka, 1988.

Tim Redaksi Tatanusa. Kamus Istilah Menurut Peraturan Perundang-undangan Republik Indonesia 1945-2007. Cet. 1. Jakarta: Tatanusa, 2008.

Internet

“Duduk Bersama Bukan Solusi Selama Persyaratan Belum Terpenuhi Kasus Lapindo (Sitting Together is not the Solution since the Requirement has yet be Completed; Lapindo Case” http:// hukumonline.com/ detail.asp?id=22149&cl=Berita, retrieved 2 July 2009.

“Kejaksaan Belum Temukan Kausalitas Pengeboran dan Semburan Lumpur (The Attorney still not yet Find the Causality between the Drilling and the Mudflow)” http://hukumonline.com/detail.asp?id=19719&cl=Berita, retrieved 2 July 2009.

“Polisi Hentikan Penyidikan Kasus Lapindo (The Police Has Stopped Lapindo Case Investigation)” Kompas, (8 August 2009), p. 2.

“SP3 Kasus Lapindo Diduga Ada Konspirasi (It is Expected there is Conspiration on the SP3 of Lapindo Case),” http://www.hukumonline.com/berita/baca/hol22862/sp3-kasus-lapindo-diduga-ada-konspirasi- retrieved 10 Mei 2010.

Regulations

Kitab Undang-undang Hukum Pidana (Wetboek van Strafrecht voor Nederlandsch Indie). Diterjemahkan oleh R. Soesilo. Bogor: Politeia, 1996.

Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, UU No. 8 Tahun 1981. Disusun oleh M Karjadi dan R Soesilo dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana dengan Penjelasan Resmi dan Komentar. Cet. 3. Bogor: Politeia, 1997.

Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

______ Undang-Undang tentang Pers, UU No. 40 Tahun 1999, LN No. 166 Tahun 1999,TLN No. 3887.

______ Undang-Undang tentang Kekuasaan Kehakiman, UU No. 4 Tahun 2004, LN No. 8 Tahun 2004. TLN No. 4358.

______ Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. UU No. 11 Tahun 2008, LN No. 58 Tahun 2008. TLN No. 4843.

______ Undang-Undang tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, UU No. 46 Tahun 2009, LN No. 155 Tahun 2009. TLN No. 5074.

Indonesia. Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan KUHAP. PP No. 27 Tahun 1983, LN No. 36 Tahun 1983. TLN No. 3258

Keputusan Menteri Kehakiman tentang Tambahan Pedoman Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, Nomor M.14-PW.07.03 Tahun 1983.

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 061/PUU-II/2004 Tentang Pengujian Pasal 16 Undang-Undang No. 4 Tahun 2004 Tentang Kekuasaan Kehakiman.

Rancangan Undang-Undang Tentang Hukum Acara Pidana. Tahun 2009.

Kejaksaan Agung, Surat Edaran Jaksa Agung tentang Keterangan Ahli Mengenai Tanda Tangan dan Tulisan Sebagai Alat Bukti. SE No. 003/J.A./1984

Mahkamah Agung, Surat Edaran Mahkamah Agung tentang Meminta Keterangan Saksi Ahli Dewan Pers. SEMA No. 13 Tahun 2008




ISSN: 2356-2129